iklan-banner-01
iklan-banner-02

Pollycarpus Bebas Murni, Siapa Dalang Pembunuh Munir?

Munir Said Thalib.
PAMANAWANews, JAKARTA- Terpidana kasus pembunuhan aktivis Hak Azasi Manusia (HAM) Munir Said Thalib, Pollycarpus Budihari Priyanto akan segera bebas murni dari hukuman penjara pada Rabu 29 Agustus 2018.

Pollycarpus mendapatkan bebas bersyarat pada 28 november 2014 setelah menjalani hukuman yang kedua kali yaitu vonis 20 tahun yang ia jalani 8 tahun penjara pada tanggal 25 januari 2008.

Sebelumnya vonis pertama Pollycarpus adalah 14 tahun pada tahun 2005 dan setelah menjalani hukuman 2 tahun, Pollycarpus diputus bebas setelah mengajukan kasasi pada tahun 2006. Total hukuman yang dijalani adalah 10 tahun penjara.
 
"Iya, selesai pembebasan bersyarat tanggal 29 Agustus 2018. Dengan itu artinya dia (Pollycarpus) bebas murni," ujar Kasie Bimbingan Klien Dewasa Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas 1 Bandung, Budiana sambil mengatakan bahwa Pollycarpus juga mendapatkan remisi atau pengurangan hukuman selama di penjara.
 
Kata Budiana, selama masa pembebasan bersyarat itu, Pollycarpus selalu mentaati kewajibannya untuk melaporkan keberadaan dirinya kepada petugas Bapas Kelas 1 Bandung. Satu tahun pertama, Pollycarpus diwajibkan melaporkan keberadaan dirinya sebulan sekali, tetapi setelah satu tahun, dia diharuskan melapor hanya dua sampai 3 bulan sekali.
 
Selama masa pembebasannya 
Pollycarpus diketahui menjalani bisnis penerbangan charter cargo.
Selama berada di tahanan, kata Budiana, Pollycarpus juga aktif sebagai pemimpin kegiatan kepramukaan di penjara Sukamiskin, Bandung.
 
Meski demikian, Ia mengaku tidak pernah diceritakan oleh Pollycarpus siapa dalang pembunuhan Munir sesungguhnya. "Kronologis kasus itu kewenangan penuntut umum, tugas saya sebagai Bapas menyiapkan dia untuk re-integrasi ke masyarakat," tutur Budiana.
 
Pembebasan Pollycarpus ini masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Terkait siapa sebenarnya Dalang atau Master Mind dibalik Pembunuhan Aktivis HAM asal Malang Jawa Timur itu.
 
Meskipun dianggap Tokoh Pelaku Tunggal, tentu ada Motif kepentingan yang lebih besar dibalik kematian Munir.
 
Pengungkapan Dalang sesungguhnya dibalik kasus pembunuhan Munir ini akan menjadi preseden baik bagi penegakan HAM dan perlindungan terhadap aktivis HAM di Indonesia.
 
Beberapa waktu lalu, sejumlah aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuka kembali kasus pembunuhan itu, termasuk keberadaan dokumen hasil Tim 
Pencari Fakta (TPF) kasus meninggalnya Munir.
 
Istri Munir Suciwati bersama Kontras mendesak pemerintah mengungkap kasus yang sudah berjalan lebih dari 12 tahun itu yang hingga kini masih menyisakan misteri.
 
"Ini adalah desakan yang kesekian kali. Sebagai warga negara yang taat pada hukum, sebagai keluarga yang dirugikan, dan diabaikan hak keadilannya, kami tidak akan berhenti mendesak dan meminta pertanggungjawaban Presiden," kata Suci di markas KontraS, Kwitang, Jakarta Pusat pada April 2018 lalu. (PN-01/adp)

Berita terkait