iklan-banner-01
iklan-banner-02

Balutan Bambu Ditengah Deretan Beton Ibukota Negara

Balutan Bambu Murah Ditengah Deretan Beton Tinggi Ibukota.
INILAH bambu Indonesia. Ditanam di pedesaan, dirawat dan dipanen oleh petani kecil, dijajakan oleh pedagang mikro. Kini membentang di area tanah salah satu paling mahal di Republik ini.

Dari imajinasi, kreasi dan lewat tangan terampil anak bangsa, Joko Avianto, bambu murah dari desa ini menjadi karya seni yang tak terrupiahkan nilainya. Keindahan yang menjulang dan membanggakan.

Bentangan dan balutan bambu ini jadi pengirim pesan. Di tengah deretan beton tinggi yang cakarnya menggenggam tanah Ibukota, hadir karya bambu yang lembut, sederhana tapi kompleks. Sebuah material trasidisional yang dibalut ilmu, kreativitas dan kemodernan.
 
Dengan rasa cinta dan kreativitas, bambu yang dianggap tak bernilai menjadi karya seni yang tak ternilai.
 
Bambu ini membentuk pesona seni yang menggerakkan. Membahanakan pesan dahsyat tentang bangsa kita. Pesan tentang kokoh tapi lentur, tegak tapi liat, kecil tapi raksasa, ribuan tapi menyatu, satuan tapi tak terserak.
 
Itulah kita, bangsa Indonesia tercinta, 262 juta anak bangsa, 400an suku bangsa dan bercakap dalam 700an bahasa. Sebuah bangsa yang dahsyat.
 
Di sini, dari gagasan, ribuan bambu ini membentuk sebuah kesatuan dan persatuan. Dari gagasan, jutaan anak bangsa membentuk kesatuan dan persatuan.
 
Mari kita sambut kembali saudara-saudara se-Asia dengan pesan persatuan, dengan kehangatan Indonesia dan dengan kebanggaan bernegara. (PN-01/adp)
 
Oleh: Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

Berita terkait