iklan-banner-01
iklan-banner-02

Air Tenang Penyejuk Konflik

Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Maluku, H. Idrus Toekan
Kabar duka itu cepat merambat. Sosok yang dihormati karena dedikasinya, yakni Idrus Efendi Toekan, meninggal dunia. Dikenal sebagai mantan birokrat, kemudian mendedikasikan hidupnya sebagai pelayan umat di MUI Maluku 15 tahun terakhir. Kepergian beliau sudah takdir Tuhan. Usia yang tidak lagi muda, membuatkan kita mudah mengikhlaskan beliau. Namun teladan dan nilai juangnya selama hidup patut menjadi contoh bagi generasi penerusnya.
Pak Toekan memimpin MUI Maluku dengan baik. Dalam situasi konsolidasi pascakonflik, nahkoda MUI Maluku sangat menentukan. Pengalaman dan jejak rekam beliau, sebagai bukan hanya tokoh agama, namun juga pemimpin birokrasi membuatnya paham betul dinamika keagamaan dan pembangunan.

Pak Toekan adalah orang tua yang arif dan sederhana. Mengawali karir sebagai PNS, hingga menduduki beberapa jabatan strategis, dari Maluku Tengah hingga Maluku Utara. Dalam karir birokrasi, Pak Toekan pernah menjadi Bupati Administratif Halmahera Tengah selama 13 tahun, dari 1977 s/d 1990.

Beliau adalah ketua MUI Maluku yang paling lama menjabat, yakni selama 3 periode. Usia yang semakin menua tidak menyurutkan semangatnya menahkodai MUI. Banyak yang memberikan pertimabangan, agar di periode ketiga, Pak Toekan mempertimbangkan waktu, beban kerja dan usianya. Namun dijawab mantap olehnya, masih bisa memimpin MUI.

Sosoknya yang kebapakan dan pluralis membuat kepemimpinannya mudah diterima. Selama memimpin MUI, dia banyak menjadi pioner bagi kemajuan hidup orang basudara. Relasinya dengan tokoh agama