iklan-banner-01
iklan-banner-02

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp3.958,6 Triliun

PAMANAWANews, JAKARTA- Periode Januari 2018 total utang pemerintah bertambah menjadi Rp3.958,6 triliun atau nyaris menyentuh Rp4.000 triliun dengan persentase ULN 14%.
Utang Luar Negeri. Ilustrasi
"Kenaikkan ULN ini disebabkan adanya pembiayaan pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan pemerintahan Jokowi," Ungkap Pengamat Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira di Jakarta, Selasa, (6/3/2018).


Menurut Bhima, jika hanya mengandalkan pada pembiayaan di dalam negeri saja, maka tidak akan cukup untuk menutupi biaya kebutuhan pembangunan infrastruktur yang menjadi program kerja Joko Widodo - Jusuf Kalla.

Penambahan utang, Lanjut dia, harus berkolerasi dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kenaikan penerimaan pajak. Nyatanya ULN bertambah sedangkan pertumbuhan ekonomi tergenang.

"Justru yang terjadi utang pemerintah khususnya ULN per 2017 naik 14% dibanding tahun 2016 sedangkan ekonomi tumbuh stagnan di 5%. Padahal negara lain seperti Malaysia bisa tumbuh 5,8%, Filipina 6,7% dan India 6,4%," Jelasnya.

Bhima Menuturkan, Pertumbuhan realisasi penerimaan pajak hanya 4,3%. Hal tersebut menandakan pengelolaan utang semakin beresiko karena pajak yang digunakan untuk membayar utang justru tak sebanding naiknya dengan pertumbuhan utangnya.

"Ada yang kurang nyambung antara utang dan produktivitas ekonomi. Utang untuk belanja infrastruktur saja belum efektif serap tenaga kerja dan dongkrak pertumbuhan ekonomi. Itu yang harus dievaluasi sebelum pemerintah gencar menerbitkan utang baru," Katanya. (PN-01)

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02