iklan-banner-01
iklan-banner-02

Tuna, Udang dan Kerapu Dominasi Ekspor Perikanan Maluku

IST
PAMANAWANews, AMBON- Maluku merupakan salah satu provinsi kepulauan di Indonesia yang menjadi penyumbang pangan nasional disektor perikanan, dengan nilai rata-rata 30 persen sampai dengan 40 persen.
Berdasarkan data Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Ambon, pada periode bulan Januari sampai September 2016, dan periode yang sama di tahun 2017 ini, ekspor hasil perikanan Maluku di dominasi oleh ikan tuna, udang dan kerapu.

“Hasil rata-rata ketiga komoditi perikanan ini antara lain; pada tahun 2016, ekspor ikan tuna mencapai 643.422,85 Kg dengan nilai ekspor 2.589.657,11 USD. Ekspor udang mencapai 1.806.495,00 Kg dengan nilai ekspor 9367.011,11 USD, dan ekspor ikan kerapu mencapai 8.857,06 Kg dengan nilai ekspor 39.364,71 USD,” kata Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Ambon, Hamzah dalam rilisnya yang disampaikan ke media, Rabu (11/10/2017).

Tahun 2017 ini, lanjut Hamzah, ekspor ikan tuna meningkat menjadi 647.077, 22 Kg dengan nilai ekspor 3.335.215, 21 USD. Ekspor udang mencapai 273.015,90 Kg dengan nilai ekspor  1.415.638,00 USD, dan  ekspor ikan kerapu mencapai 52.761, 68 Kg dengan nilai ekspor  312.661,33 USD.

Negara tujuan ekspor ini adalah Amerika Serikat, Vietnam, China, Jepang dan Hongkong, dengan  frekuensi kegiatan eksportasi 53 kali pada periode bulan Januari  sampai dengan bulan September tahun 2016, dan 57  kali  pada  periode bulan Januari hingga  bulan September tahun 2017 yang di dominasi oleh ikan tuna.

“Jika dilakukan perbandingan  ekspor antara  tahun 2016 dan tahun 2017, tentu mengalami peningkatan pada jenis ikan tuna dan kerapu. Itu artinya, geliat kegiatan ekspor hasil perikanan di provinsi Maluku memang ada sesuai data dan hasil uji laboratorium di Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Ambon,” jelasnya.

Meskipun kegiatan penarikan Pajak Ekspor Barang (PEB) dari instansi terkait dilakukan di luar provinsi Maluku, tambah Hamzah, sejatinya ekspor hasil perikanan ini di lakukan  langsung dari Maluku.

Dia berharap dimasa mendatang perlu direct eksport hasil perikanan langsung melalui pelabuahan laut Ambon. Hal ini perlu dilaksana  agar dapat meningkatkan kesejahteraan kepada masyarakat di provinsi seribu pulau ini.

Hamzah mengatakan, untuk lalu lintas domestik antar area di dalam negeri yang merupakan bahan baku untuk komoditas ekspor cukup tinggi peningkatannya. 

“Kita ambil contoh ikan tuna dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2017, pada periode bulan Januari sampai dengan bulan September mengalami peningkatan sebesar 1.621.656,80 Kg, dengan nilai Rp.97.299.408.00,00 (asumsi harga lokal) dan 902 kali frekuensi tahun 2016 dan 4.543.181.,00 Kg, dengan nilai Rp.318.022.670.000,00 (asumsi harga lokal)  dan 1.726 kali frekuensi tahun 2017,” tandas Hamzah. (PN-07)

Berita terkait