iklan-banner-01
iklan-banner-02

Premium di Kota Ambon Langka, Pertamina Diam, Konsumen Mengeluh

Tampak para pengedara bermotor mulai roda dua dan empat, sedang antrian untuk mengisi BBM di SPBU kawasan Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Jumat malam (13/10/2017). Sebelumnya, premium di Ambon mudah didapat. Tapi sekarang langka sehingga konsumen terpaksa membeli pertalite dan pertamax. /PN
PAMANAWANews, AMBON - Kurang lebih satu bulan berjalan, penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium khususnya di SPBU Kota Ambon dan sekitarnya mengalami kelangkaan.
Meski stok premium mengalami kelangkaan, namun pihak PT. Pertamina (Persero) Ambon maupun pengelola SPBU, tidak memberikan alasan yang jelas serta objektif agar bisa diterima oleh warga selaku konsumen utamanya pengedara bermotor baik roda dua maupun roda empat.

Sesuai pantauan pamanawanews.com di sejumlah SPBU di Kota Ambon, gencar menjual BBM jenis Pertalite, Pertamax, Biesol dan Solar. Sedangkan premium stoknya kosong.

Parahnya, penjualan premium hanya dilakukan kepada pengendara roda dua dan empat tertentu yang datang dengan bermodalkan secarik kertas (memo/kwitansi) menyerahkannya kepada karyawan SPBU kemudian mengisi BBM jenis premium.

"Sudah lama saya pakai BBM jenis premium. Tapi hampir satu bulan susah dapat di SPBU. Karena saat mau isi, mereka (SPBU), bilang stok premium habis. Mau atau tidak, terpaksa saya isi pertalite atau pertamax," ucap La Arief salah satu pengedara roda dua kepada pamanawanews.com, saat mengantri untuk mengisi bbm pertalite di SPBU kawasan pertigaan Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Jumat malam, (13/10/2017).

Simon salah satu pengendara roda empat, di tempat yang sama juga mengeluhkan hal tersebut.

"Saya biasa isi premium di SPBU. Tapi sekarang sudah susah dapat premium. Setiap mau isi, pihak SPBU bilang stok premiun kosong. Terpaksa isi pertalite atau pertamax," ungkap Simon penuh kesal.

Dia berharap, dengan kelangkaan BBM jenis premium yang terjadi, pihak Pertamina (Persero) Ambon, bisa menjelaskan alasan yang sebenarnya kepada konsumen.

"Jangan cuma bisnis kemudian korbankan konsumen. Sebagai perusahaan di bawah naungan BUMN, pihak Pertamina (Persero) Ambon harus bertanggung jawab. Artinya, jangan seenaknya diam dengan masalah ini. Selaku konsumen premium saya sangat kecewa, karena sudah bertahun-tahun pakai premium," keluh Simon.

Sementara itu, pantauan pamanawanews.com di salah satu SPBU kawasan Galala Hative Kecil Kecamatan Sirimau Kota Ambon Jumat malam, (13/10/2017), tampak BBM jenis pertalite dan pertamax yang dijual laris kepada kenderaan roda dua dan empat. Sedangkan premium kosong.

"Premium kosong, karena stok yang diberikan Pertamina terbatas," kata salah satu karyawan di SPBU Galala, kepada pamanawanews.com tanpa menjelaskan alasan yang jelas, soal keterbatasan atau kelangkaan BBM jenis premium.

Hanya saja, hingga berita ini dilansir pamanawanews.com, terkait dengan kelangkaan premium di kota Ambon dan sekitarnya, pihak PT. Pertamina (Persero) Ambon belum memberikan keterangan secara resmi.

Diketahui, Pemerintah sudah memutuskan harga BBM jenis tertentu dan khusus penugasan tetap atau tidak berubah pada periode 1 Oktober sampai 1 Desember 2017.

Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak jo Permen ESDM Nomor 27 Tahun 2016, Menteri ESDM menetapkan harga jual BBM jenis tertentu dan khusus penugasan setiap tiga bulan atau lebih dari satu kali dalam tiga bulan apabila dianggap perlu.

Keputusan harga BBM periode 1 Oktober-31 Desember 2017 ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 3448 K/12/MEM/2017 tentang Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan.

Hingga 31 Desember 2017, harga BBM jenis tertentu yakni minyak tanah dan solar masing-masing diputuskan tetap Rp2.500 dan Rp5.150 per liter.

Sedangkan, harga BBM khusus penugasan jenis premium RON 88 di wilayah luar Jawa dan Bali tetap Rp6.450 per liter. (PN-13)

Berita terkait