iklan-banner-01
iklan-banner-02

Marak Makarel Bercacing, RUU POM Diharapkan Cepat Rampung

PAMANAWANews, JAKARTA- Pengamat Kebijakan Publik Universitas Indonesia (UI) Riant Nugroho berharap Komisi IX DPR segera memprioritaskan pembahasan Rancangan Undang-undang Pengendalian Obat dan Makanan (RUU POM).
Diskusi 'Hindari Makanan Bercacing, RUU POM Rampung Sebelum Ramadhan' di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Sebab, menurut Riant, isu tentang makanan saat ini membuat gaduh industri, dimana masalah cacing ditemukan didalam produk makanan ikan Makarel.

"Ini yang membuat semua orang takut, jadi, gak ada yang beli sama sekali," ujar Riant dalam diskusi 'Hindari Makanan Bercacing, RUU POM Rampung Sebelum Ramadhan' di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4/2018).
 
Kata Riant, Ketika masyarakat tidak membeli satupun makarel buatan domestik, maka yang laku adalah makanan internasional atau Impor.
 
"Itulah sebabnya tantangan bagi kita untuk segera rampungkan RUU POM tersebut," imbuhnya.
 
RUU tersebut, lanjut Dia, secepatnya dijadikan Undang-undang, sehingga masyarakat mendapat jaminan kepastian hukum atas produk obat dan makanan yang beredar di pasaran.
 
"Adanya UU POM pada hakikatnya untuk memberikan kewenangan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna melakukan sistem pengawasan yang efisien dari hulu hingga hilir," tutup Riant.
 
Menanggapi Hal itu, Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf mengakui RUU POM yang dibahas pihaknya, baru sampai tahap mendengarkan masukan-masukan dari berbagai Stakeholder.
 
Karena, beber Dede, Komisi IX DPR memiliki satu pandangan, RUU tersebut jika telah dijadikan UU, maka bisa menguatkan kepada fungsi pengawasan. Sehingga tidak membuat industri lokal menjadi collapse.
 
Menurut Dede, Ada beberapa catatan-catatan dimana Badan POM harus memperbaiki fungsi kerjanya seperti contoh registrasi, jangan sampai ada orang meminta registrasi sampai bertahun-tahun.
 
"Proses RUU POM masih berjalan, kami rencananya menyelesaikan tahun ini," kata Dede. (PN-01/adp)

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02