iklan-banner-01
iklan-banner-02

Ini Cara Kedaulatan Pangan Terwujud Kata Kubu Prabowo

Viva Yoga Mauladi (Tengah) dalam diskusi MPR RI 'Strategi Mewujudkan Ketahanan Pangan' di Parlemen Senayan, Jumat, (14/9/2018).
PAMANAWANews, JAKARTA- Anggota MPR Fraksi PAN, Viva Yoga Mauladi mengatakan upaya untuk mewujudkan pembangunan kedaulatan pangan nasional yakni pemerintah harus mampu memenuhi kebutuhan pangan 250 juta lebih masyarakat Indonesia setiap harinya.

Pangan merupakan kebutuhan dasar utama bagi manusia yang harus dipenuhi setiap saat. Dengan begitu kata Viva, pemerintah diwajibkan mampu memproduksi minimal 33 juta ton beras, 16 juta ton jagung, 2,2 juta ton kedelai, 2,8 juta gula serta 484 ribu ton daging sapi dalam setiap tahunnya.

"Itulah tanggung jawab negara yang harus dipenuhi," ujar Viva dalam diskusi MPR RI, 'Strategi Mewujudkan Ketahanan pangan' di Parlemen, Senayan, Jumat, (14/9/2018).
 
Menurut Viva, dasar hukum kedaulatan pangan tertuang dalam pasal 28 A Undang-undang dasar 1945 yakni setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.
 
Viva menjelaskan, dari sisi Legislasi sudah relatif cukup komplit dimana kebijakan menjamin hak bagi rakyat dalam undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan.
 
Namun, beber Viva, pemerintah malah menerbitkan kebijakan kontraproduktif yang justru mengorbankan dan menyengsarakan rakyat.
 
Untuk itu, demi kedaulatan pangan dapat terwujud, wakil ketua komisi IV DPR itu meminta pemerintah agar tidak terlalu fokus pada sektor padat modal, tetapi mesti mendorong aktivitas padat karya yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
 
"Kedaulatan pangan dapat terwujud sepanjang ada komitmen dan political will dari seluruh pihak terkait, baik pemerintah, swasta maupun legislatif. Kedaulatan pangan juga dapat tercapai apabila para pengambil keputusan melaksanakan kebijakan pangan dengan deviasi minimal," pungkas Viva Yoga Mauladi. (PN-02/ads)

Berita terkait