iklan-banner-02
iklan-banner-02

GEMPITA Siap Tanam Ribuan Jagung di Maluku

PAMANAWANews, MASOHI - Kunjungan kerja Menteri Pertanian (Mentan RI), Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman MP, di Kota Ambon Rabu 4 Oktober 2017 telah mendeklarasikan kembali kejayaan rempah-rempah Indonesia di bumi Maluku. Selasa, 10 Oktober 2017
Pengurus Gerakan Pemuda Tani (GEMPITA) Provinsi Maluku
Peluang emas ini disambut oleh Gerakan Pemuda Tani (GEMPITA) Provinsi Maluku yang mana akan menanam ribuan jagung perdana pada 2017 ini di beberapa kabupaten dan kota di wilayah Maluku. 
GEMPITA Provinsi Maluku sebelumnya atau pada Kamis, (5/10/2017) telah melakukan pertemuan bersama Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff.
Ketua GEMPITA Provinsi Maluku, Yasir Kaisuku, kepada Pamanawanews.com di Masohi Selasa (10/10/2017) mengatakan,  lembaga yang dipimpinnya saat ini mendapatkan lahan 15.000 hektar (Ha), dari 40.000 hektar yang diperoleh Pemerintah Provinsi Maluku.
Dikatakannya, Gubernur Maluku Ir.Said Assagaff juga mendukung serta memberikan support kepada GEMPITA Maluku untuk bergerak mensukseskan program pertanian di Maluku.
"Jatah yang didapatkan Pemprov Maluku yaitu 40.000 hektare untuk menanam jagung, melalui Dinas Pertanian Provinsi Maluku. Dan sesuai dengan persetujuan data Calon Petani Calon Lahan (CPCL),GEMPITA sebanyak 5.000 lebih dengan jatah 15.000 Hektare. Kita sudah bertemu dan melakuan rapat dengan Dinas Pertanian Provinsi Maluku serta melakukan pertemuan bersama Gubernur. Hasilnya, pak Gubenur sangat support kami," ujarnya.
Kaisuku berjanji, bersama pengurus GEMPITA Maluku akan bersinergi dengan Pemerintah Pusat yaitu Kementerian Pertanian RI, Pemerintah Provinsi Maluku dalam hal ini Gubernur Maluku dan Dinas Pertanian Provinsi Maluku karena telah berkomitmen mengembalikan dan menjadikan Maluku sebagi pusat rempah-rempah di Indonesia.
"GEMPITA sudah terbentuk di 5 Kabupaten dan Kota di Maluku, yaitu Kabupaten Buru, Buru Selatan, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat (SBB), dan Seram Bagian Timur (SBT). Kita bersinergi dengan Pemerintah untuk menjadikan dan mengembalikan Provinsi Maluku sebagai Pusat rempah-rempah, sebagaimana keinginan pak Menteri dan Presiden," tukasnya.
Sementara itu, Pengurus GEMPITA Maluku sendiri telah dipanggil oleh Menteri Pertanian RI ke Jakarta guna membicarakan hal-hal teknis terkait penanaman perdana jagung di Maluku.
Menurutnya, hal-hal teknis akan diatur jadwal kunjungan Menteri Amran untuk kembali berkunjung di Maluku dengan agenda lanjutan yakni melakukan penanaman jagung perdana. Hasil pertemuan dengan menteri akan disampaikan kepada Gubernur Maluku.
"Pak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman akan datang untuk menyaksikan penanaman perdana jagung di Maluku dalam waktu dekat ini. Untuk penanaman jagung akan diakukan pada musim tanam di Maluku, yaitu pada  Oktober hingga Desember 2017, akan disampaikan ke Gubernur untuk wilayah mana saja yang akan dilakukan penanaman jagung perdana," ulasnya.
Kaisuku menyebut ada dua wilayah menjadi sasaran penanaman jagung perdana, yaitu Kabupaten Malteng atau Kabupaten Buru.
"Tapi, itu tergantung kesiapan dari masing-masing wilayah. Jika  di Maluku Tengah siap maka kita pilih di Maluku Tengah," timpalnya.
Selain itu, Minggu (15/10/2017) pekan ini, Pengurus GEMPITA Maluku akan melepaskan 40 tenaga pendamping untuk melakukan pengawalan APBN-P Kementerian Pertanian Tahun 2017 berkaitan dengan penanaman rempah-rempah lainnya. 
Pasca deklarasi kembalikan kejayaan rempah rempah Indonesia di Provinsi Maluku yang ditandai dengan penyerahan 255.000 bibit unggulan cengkih dan Pala di Kota Ambon, kemarin.
"Tenaga pendamping petani akan diberikan gaji dan biaya operasional selama berada di lapangan. Hal itu untuk mensukseskan program pertanian cengkeh, pala dan kelapa," pungkasnya. (PN-19)

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02