iklan-banner-01
iklan-banner-02

Gedung EHA Maluku Kapasitas 120 Kamar Mulai Dibangun

Master Plan Gedung EHA Maluku
PAMANAWANews,AMBON-Salah satu infrastruktur Embarkasi Haji Antara (EHA) Maluku yakni gedung 4 lantai kapasitas 120 kamar berlokasi di Kompleks Asrama Haji Waiheru Ambon mulai dibangun. Gedung empat lantai itu diarancang menggunakan 2 lift dengan kapasitas tampung 26 orang.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku, Fesal Musaad mengatakan, proyek revitalisasi pembanguan EHA Maluku itu diawasi langsung Tim  Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan  Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.Dipastikan, proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah ini akan dikebut sehingga kehadirannya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Maluku khususnya dan sejumlah masyarakat yang ada pada beberapa provinsi di Wilayah Timur Indonesia.Hal ini disampaikan Kakanwil kepada PamanawaNews.com, Senin (11/6/18).

Kakanwil berharap, adanya dukungan semua pihak untuk kelancaran pembangunannya. Terutama dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Maluku guna membebaskan lahan seluas 1,3 Hektare untuk akses jalan keluar masuk dan pembangunan sejumlah infrastruktur pendukung lainnya.

Diungkapkan, jika bangunan empat lantai itu selesai dibangun maka otomatis ikut berdampak terhadap bertambahnya daya tampung Calon Jamaah Haji di Provinsi Maluku menjadi 1000 orang.

Selain pembangunan gedung penampung jamaah haji,  pada Oktober mendatang juga segera dilakukan tender pembangunan sejumlah infrastruktur lain misalnya, Masjid berkapasitas tampung 1000 jamaah, Kantor Pelayanan Haji, Aula Keberangkatan, Poliklinik Kesehatan dan Ges House untuk para tamu.

Kakanwil mengaku masih ada kendala untuk pembangunan sejumlah infrastruktur pendukung lainnya mengingat keterbatasan lahan. Untuk itu, dirinya berharap adanya bantuan dana sharing dari APBD Maluku sehingga tanah seluas 1,3 Hektare yang dijanjikan untuk dibebaskan segera direalisasikan."Persoalan tanah 1,3 Hektare ini sudah dibahas oleh Pemda Maluku dan dijanjikan untuk dibebaskan. Tetapi sampai saat ini belum direalisasikan. Sementara tidak ada lagi anggaran dari pemerintah pusat lewat dana SBSN untuk pembebasan lahan dimaksud. Olehnya kami sangat berharap Pemda Maluku dapat memberikan atensinya,"harap

Kakanwil sembari menyampaikan, anggaran penggusuran lahan sudah ada pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Maluku. Hanya saja dinas PU belum bisa bekerja lantaran tanah seluas 1,3 Hektare itu belum dibebaskan oleh Pemda Maluku.

Bagi Kakanwil, dengan kehadiran EHA Maluku, maka pemerintah telah mampu memutus mata rantai penderitaan calon Jamaah Haji. Dia pun memastikan, sejumlah Calon Jamaah Haji dari Provinsi lain diantaranya Papua, Papua Barat dan Provinsi Maluku Utara akan memilih transit di Maluku sebab dari segi biaya transportasinya jauh lebih murah."Embarkasih ini selain berdampak sosial dan relegius juga akan berdampak meningkatkan perekenomian di Maluku terutama bagi kesejahteraan masyarakat Maluku."kunci Kakanwil.(PN-10)

Berita terkait

Berita Populer