iklan-banner-01
iklan-banner-02

Fahri Soal Impor Beras: Waspada Jokowi, Ada Tikus Mati di Lumbung Padi

Fahri Hamzah
PAMANAWANews, JAKARTA- Wakil DPR RI Fahri Hamzah menanggapi ramainya polemik beras impor antara Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Fahri mempertanyakan, jika Bulog dalam menentukan besaran cadangan pangan pemerintah berdasarkan penyerapan gabah petani, kalau Kemendag dengan apa ya?
"Tapi satu hal yang harus dicatat tebal, sejarah mengajarkan kita bahwa beras sejak era kerajaan hingga era republik bukan hanya sekedar produk pertanian, tapi juga stabilisator politik kekuasaan. Beras adalah soal politik dan daya tahan, stamina rakyat dan kekuasaan,” kata Fahri dalam pesan singkatnya yang diterima wartawan, Jumat (21/9/2018).


Diketahui, Kepala Bulog Budi Waseso atau yang akrab disapa Buwas menolak impor beras, lantaran gudang penyimpanan sudah penuh. Buwas bahkan sempat 'menyemprot' Mendag Enggartiasto Lukita lantaran pernyataannya yang menyebut penuhnya gudang untuk menampung beras bukan urusan kementerian yang dipimpinnya.

Ribut-ribut antara KaBulog dengan Mendag itu pun sampai ketelinga Presiden Jokowi. Tak ingin gaduh berkepanjangan, Jokowi lantas menginstruksikan Menko Perekonomian Darmin Nasution mendamaikan keduanya.

Melanju