iklan-banner-01
iklan-banner-02

Energi Baru Terbarukan Harus Diprioritaskan

Diskusi Pasca Jokowi: Kedaulatan Energi, Apa Solusinya? di Jln Sriwijaya, Jakarta Selatan.
PAMANAWANews, JAKARTA--- Pakar Energi Dan Perminyakan, Suryadarma mendorong Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia.

Menurut Suryadarma, EBT merupakan suatu keniscayaan, sebab saat ini sektor Minyak dan Gas (migas), sudah mengalami beberapa krisis dalam pengelolaan Energi Nasional.

"Karena itu kalau hanya bertumpu pada minyak, gas dan batubara, kita khawatir keberlanjutan dan ketahanan energi Indonesia akan semakin rapuh," ujar Suryadarma dalam diskusi, Pasca Jokowi: Kedaulatan Energi, Apa Solusinya?  di Jln Sriwijaya, Jakarta Selatan, Kamis, (7/2/2019).
 
Bahkan, kata Suryadarma, saat ini lifting minyak pun sudah semakin kecil, peta solusinya memang sudah ada, hanya implementasi untuk menjalankannya belum ada.
 
"Kurang mendapat perhatian, karena lebih banyak kita di dalam pengelolaan energi itu sifatnya tidak terencana dan terimplementasi dengan baik, terkadang rencana A tetapi implementasinya bisa Z," pungkasnya.
 
Diketahui, Energi Baru Terbarukan (EBT) adalah energi yang berasal dari proses alam yang berkelanjutan, seperti tenaga surya, tenaga angin, arus air proses biologi, dan panas bumi.
 
Untuk itu, Suryadarma berharap kepada semua pihak, baik pemerintah, DPR dan Stakeholder terkait untuk lebih prioritas Energi Baru Terbarukan (EBT). Sebab, kalau energi yang lain seperti minyak bumi, energi batubara dan gas bumi kedepannya dikhawatirkan akan habis.
 
"Kita khawatir sumber-sumbernya akan habis, karena itu EBT yang ramah lingkungan itu harus diperkuat dan dimanfaatkan," pungkas Suryadarma. (PN-01/adp)

Berita terkait