iklan-banner-01
iklan-banner-02

Berkah Pedagang Cirebon di HUT Kota Masohi

Ilyas, pedagang asal Kota Cirebon Jawa Barat, sedang menjual es serut di kawasan Dulang Patita Kelurahan Ampera Kecamatan Kota Masohi, Kamis (2/11/2017).
PAMANAWANews, MASOHI- Momentum perayaan HUT ke-60 Kota Masohi yang digelar Pemkab Maluku Tengah menjadi berkah bagi masyarakat khususnya pedagang untuk mengais rezeki. Bukan saja pedagang lokal, tapi para pedagang dari Pulau Jawa, ikut kebanjiran rejeki.
Ilyas, pedagang mainan anak anak asal Kota Cirebon, Jawa Barat yang ditemui Pamanawanews.com, Kamis (2/11/2017), mengaku baru pernah menginjakan kaki di ibukota Kabupaten Maluku Tengah, hanya untuk mengais rejeki.

Pria 37 tahun ini jauh jauh datang setelah membaca dari media sosial dan internet jika ada acara pesta rakyat menyongsong hari lahir Kota Masohi.

"Saya sering cek di internet daerah mana saja yang sedang atau akan melaksanakan kegiatan keramaian. Begitu tau ada kegiatan di Kota Masohi saya datang. Baru kali ini ke Kota Masohi," kata Ilyas saat sedang berjualan di kawasan Dulang Patita Kelurahan Ampera Kecamatan Kota Masohi.

Jenis mainan yang di jual Ilyas beragam. Diantaranya lampu meteor yang terbuat dari bambu dan lampu. Ia mengaku jika mainan itu dibuat sendiri. Ada juga gantungan boneka karet. Tapi mainan itu, di beli dari Pulau Jawa, kemudian di jual kembali.

“Kalau mainan lampu di jual dengan harga Rp15.000. sedangkan boneka karet Rp20.000,” terangnya.

Selain mainan anak, Ilyas juga menjual minuman dingin seperti es serut dan makanan bakso bakar, halus manis dan pernak pernik lainnya. “Kalau es serut Rp20.000 dan bakso bakar Rp15.000.

Ilyas tidak sendiri datang merantau ke Masohi. Ia bersama 9 orang rekannya. Setelah dua hari berdagang di Masohi, Ilyas bersama rekan rekannya itu akan mengais rejeki lagi ke Piru Kabupaten Seram Bagian Barat.

Para pedagang asal Jawa ini ke Piru, karena akan diadakan kegiatan Pesparawi tingkat Provinsi Maluku.

"Usai acara kami akan ke Kota Piru, ada kegiatan Pesparawi disana. Kita memang biasa keling di mana ada keramaian di situ kita datang," ungkapnya.

Baru injakan kaki, Ilyas mengaku senang berada di Masohi. Selain jualannya laris manis saat perhelatan kegiatan rakyat selama 5 hari, pria berkaos cokelat itu mengaku jika warganya baik, ramah dan sopan.

Ilyas bersama 9 orang rekannya tinggal di kawasan Masjid Apui Masohi. Mereka menyewa kamar kos. (PN-24)

Berita terkait