iklan-banner-01
iklan-banner-02

Absen Dua Tahun, Maskapai Lion Air Kembali Layani JCH Maluku

Rapat bersama Komisi D DPRD Maluku, Selasa 11 Juni.
PAMANAWANews,AMBON-Rapat Komisi D DPRD Provinsi Maluku bersama, Kementerian Agama Provinsi Maluku, Biro Kesejahteraan Pemerintah Provinsi Maluku, PT Lion Air Group dan PT Garuda Indonesia, menyepakati PT Lion Air Group adalah maskapai yang digunakan untuk pengangkutan Jemaah Calon Haji (JCH) Maluku Tahun 2019.Kesepakatan ini diambil setelah kedua perwakilan Maskapai memaparkan tawaran pelayanan dan varian harga serta teknis pengangkutan, Selasa (11/6/2019)

Dalam paparan itu, perwakilan PT Garuda Indonesia menawarkan sistem pengangkutan reguler untuk pengangkutan JCH serta biaya tiket. Sementara, PT Lion Air Group menawarkan sistem Carter termasuk biaya tiket yang sedikit murah dengan semua kontrol dan kewenangan berada dipihak penyelenggara. Selisi harga tiket secara total yang ditawarkan PT Lion Air Group dari harga yang ditawarkan PT Garuda Indonesia berkisar Rp 200 juta. Atas pertimbangan kelayakan, kenyamanan dan kemudahan pelayanan terhadap JCH Maluku maka PT Lion Air dipercayakan sebagai Maskapai pengangkut JCH ditahun ini setelah absen selama dua tahun.

Selain menyepakati penggunaan Maskapai PT Lion Air Group, rapat bersama yang dipimpin Ketua Komisi D, Saadiah Uluputy juga menyepakati usulan tambahan anggaran subsidi bagi JCH Maluku yang diusulkan Kemenag Maluku sebesar Rp 1.8 Juta.Jumlah ini mengalami peningkatan kurang lebih Rp 300 juta dari angka tahun sebelumnya Rp 1,5 Juta.

Meski kedua item itu telah disepakati ditingkat Komisi, namun keputusan  finalnya baru akan diperoleh setelah digelar Rapat Paripurna yang rencana berlangsung pada hari Rabu 12 Juni.

Ketua Komisi D DRPD Maluku Saadiah Uluputy mengatakan, Rapat Komisi yang digelar merupakan bentuk atensi Komisi untuk mendalami bentuk pelayanan Ibadah Haji ditahun ini."Kedua pihak Maskapai sudah memberikan paparannya menyangkut sistem pelayanan dan teknis penerbangan.Nah, jika dibandingkan, penerbangan carter rasanya lebih baik dan layak ketimbang penerbangan reguler. Sebab, dengan sistem carter, lebih pasti, mudah dikontrol oleh penyelenggara.Belum lagi total biaya yang ditawarkan PT Lion Air Group masih lebih murah dibandingkan dengan PT Garuda Indonesia."ujar Uluputty.

Uluputy berharap, Pemda Provinsi Maluku memberikan perhatian dengan menggelontorkan dana subsidi kepada JCH Maluku. Dana subsidi itu nantinya digunakan untuk biaya operasional selama JCH berada di Asrama Haji Sudiang Makassar."Kami harap, tidak ada lagi biaya tambahan yang diembankan kepada JCH hatta tiket sekalipun. Karena, mereka sudah menyiapkan ruhia, material dan spritualnya untuk melaksanakan ibadah haji. Begitupun kedepan ada bantuan pemerintah lebih-lebih lagi tidak ada biaya tambahan di Asrama Haji Sudiang Makassar,"harapnya.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Maluku, Fesal Musaad menyampaikan terimakasihnya kepada Pemerintah Daerah atas perhatian terhadap peningkatan kualitas pelayanan dan penyelenggaraan Ibadah Haji di Maluku."Semoga bantuan subsidi tersebut dapat bermanfaat bagi JCH Maluku baik saat di Ambon maupun di Sudiang Makassar,"harap Kakanwil.

JCH Maluku terbagi dalam tiga kloter yaitu Kloter 12,13 dan Kloter 14. Sesuai Jadwal, 1,272 JCH Maluku mulai diberangkatkan ke Makassar pada tanggal 13 Juli dan diawali pelepasan JCH oleh Gubernur Maluku pada tanggal 11 Juli mendatang.(PN-11)

Berita terkait

Berita Populer