iklan-banner-01
iklan-banner-02

Suap Kementerian PUPR, KPK Panggil Ketua DPRD Provinsi Maluku

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
PAMANAWANews, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia(KPK RI) memanggil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Edwin Ardian Huwae terkait kasus dugaan suap proyek jalan di Kementerian PUPR.
"Edwin diperiksa sebagai saksi atas tersangka Bupati Halmahera Timur, Rudy Erawan," Ujar Kabiro Humas KPK, Ferdiansyah di Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa, (6/3/2018).


Selain Edwin, KPK juga panggil seorang saksi dari pihak swasta yakni Ronny Ari Wibowo.


Edwin dan Ronny, keduanya diduga menerima hadiah terkait proyek di Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2016.


Sebelumnya, Pada Mei 2016 lalu, Edwin pernah diperiksa sebagai saksi atas tersangka mantan anggota Komisi V DPR RI, Andi Taufan Tiro. Andi merupakan salah satu tersangka dalam kasus yang sama.

Perkara ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Damayanti Wisnu Putranti pada Januari 2016. KPK kemudian mengembangkan kasus tersebut dan menjerat beberapa orang lainnya.

Rudy Erawan sendiri merupakan tersangka ke-11 dari kasus tersebut. Enam dari 10 tersangka lainnya telah diproses di pengadilan. (PN-01)

Berita terkait