iklan-banner-01
iklan-banner-02

DPD RI Tolak Impor Beras

PAMANAWANews, JAKARTA- Komite II Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI menolak kebijakan pemerintah yang rencananya akan mengimpor beras.
Anna Latuconsina, anggota Komite II DPD RI saat memberikan tanggapan soal Impor Beras dalam rapat pleno bersama Perum Bulog di Gedung B DPD RI, Jakarta, Rabu (17/1/2018).

Penolakan tersebut disampaikan melalui rapat pleno bersama jajaran Perum Bulog yang berlangsung di Gedung B DPD RI Jakarta, Rabu (17/1/2018).

Dalam rapat tersebut senator asal Maluku, Anna Latuconsina, mengatakan bahwa di Maluku sendiri memiliki sejumlah daerah persawahan. Diantaranya Pulau Buru dan Seram.

Adanya sejumlah wilayah persawahan di Maluku, lanjut Anna, sehingga beberapa Bulan ke depan stok beras di Maluku tidak akan terjadi kekurangan.

"Kalaupun terjadi kekurangan (beras) menurut Saya, sesuatu hal yang baik dalam tanda kutip. Karena kami bisa kembali mengkonsumsi Sagu sebagai alternatif yang merupakan makanan pokok khas Maluku," jelasnya.

Selain menolak kebijakan impor beras, dalam rapat pleno bersama tersebut, komite II DPD RI juga mengeluarkan pernyataan sikap yang ditandatangani wakil ketua Adi Mirza Wardana. Diantaranya meminta pertanggungjawaban Kementrian Perdagangan dan Bulog tentang Impor Beras.

Selain itu, Komite II DPD RI juga meminta penjelasan Kementrian Pertanian atas program cetak sawah dan subsidi pupuk sehingga adanya Impor Beras.

Meminta Bulog dapat dikembalikan kepada fungsi dan kewenangannya, serta meminta pemerintah agar menguatkan aturan agar Bulog dapat menyerap beras petani sesuai dengan target. (PN-20)

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02