iklan-banner-01
iklan-banner-02

Anna Latuconsina Sesali Pengurangan Penyuluh Perikanan oleh Menteri KKP

Rumah Nelayan di Dusun Rahai Kabupaten Seram Bagian Barat.
PAMANAWANews, AMBON- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Anna Latuconsina menyesalkan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti terkait adanya pengurangan Penyuluh Perikanan Bantu (PBB) se-Indonesia.

Kebijakan Susi yang mengurangi jumlah PBB, kata senator asal Provinsi Maluku ini harus dievaluasi kembali. Sebab, peran  penyuluh perikanan amat diperlukan. 

Menurut Anna, harusnya jumlah penyuluh sebanyak 2.500 orang ditambah bukan malah dikurangi menjadi 2.000 orang.

"Saya mengharapkan menteri Susi Pujiastuti melakukan evaluasi kembali kebijakan pengurangan tenaga penyuluh ini," kata Anna Latuconsina kepada pamanawanews.com, Minggu (21/1/2018).

Srikandi asal Maluku ini mengatakan, penyuluh penting untuk meningkatkan hasil tangkap nelayan yang tentunya akan berdampak pada peningkatan pemahaman dan kesejahteraan nelayan.

Ia menjelaskan, dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, kewenangan penyelenggaraan penyuluhan perikanan nasional dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat kelautan dan perikanan, mulai rekrutmen termasuk status kepegawaian penyuluh perikanan semua di atur di pusat.

Sehingga menteri KKP harus meningkatkan kualitas SDM penyuluh dalam mengembangkan kelompok nelayan.

"Agar penyuluh perikanan dapat bekerja dengan baik, harusnya mereka diberi kepastian dengan kontrak kerja serta honor yang memadai. Jangan lagi ada yang di bawah upah minimum provinsi," terangnya. (PN-20)

Berita terkait