iklan-banner-01
iklan-banner-02

Anna Latuconsina Minta Direksi Penerbangan Indonesia Buka Pelayanan Perintis di Maluku

Foto bersama Komite II DPD RI dengan sejumlah Direksi Maskapai Penerbangan Indonesia usai rapat dengar pendapat di Gedung B DPD RI.
PAMANAWANews, AMBON- Senator asal Maluku Anna Latuconsina mempertanyakan dan berharap kemungkinan dibukanya layanan penerbangan perintis di Maluku kepada sejumlah Direksi Maskapai Penerbangan Indonesia.

Hal ini dilontarkan saat Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menggelar Rapat Kerja (Raker) dengar pendapat dengan sejumlah Direksi maskapai penerbangan Indonesia, diantaranya PT. Garuda Indonesia, PT. Citilink Indonesia, dan PT. Travel Ekspres Aviaton, di Gedung B DPD RI, Kompleks DPR/MPR, Rabu (5/9/2018).

Selain mempertanyakan pelayanan penerbangan perintis untuk menjangkau wilayah Maluku yang terdiri dari Pulau-Pulau, Anna Latuconsina juga berharap adanya kemungkinan dibukanya jalur penerbangan yang menghubungkan Ambon-Namlea (Pulau Buru), dan Ambon-Darwin (Northern Territory Australia).

Anna mengaku, saat ini Ambon-Namlea sudah ada maskapai penerbangan Wings Air. Tapi dirinya berharap Garuda Indonesia juga bisa membuka jalur tersebut.

Dihadapan para Senator RI dari Komite II dan sejumlah Direksi Maskapai Penerbangan Indonesia, keinginan dibukanya jalur-jalur tersebut karena banyaknya aspirasi dari turis asal Australia yang mengunjungi Maluku.

Ia menjelaskan, kunjungan turis asal Negara tetangga yang berdekatan langsung dengan Provinsi Maluku ini melalui Denpasar (Bali). Mereka menginginkan adanya sebuah line perjalanan yang lebih singkat antara Ambon dan Darwin, sehingga tidak perlu lagi melintasi Denpasar di Indonesia Tengah.

Sementara secara historis, lanjut Srikandi Maluku itu, di era Presiden Soeharto, Maluku pernah dilayani pesawat yang langsung menghubungkan antara Ambon dan Darwin.

Di akhir rapat dengar pendapat, Anna Latuconsina juga sempat mempertanyakan tentang posisi Bandara Internasional Pattimura Ambon, Maluku. Sebab, meski memiliki label Internasional, namun hingga kini tidak pernah melayani penerbangan yang bersifat Internasional. Hal ini disebabkan karena Pattimura International Airport belum memiliki Customer Imigrations Quarantine (CIQ). (PN-21)

Berita terkait